Jika banyak yang ingin kalian katakan padaku namun tak bisa kalian
katakan, begitu juga denganku. Sangat banyak ungkapan kata yang ingin
aku sampaikan pada kalian, entah itu pujian, keluhan, atau tangisan
banyak sekali, namun tak bisa aku katakan semua itu.
Hidup itu tak
semulus kulit bayi, tak semudah lidah berucap. kadang kita merasa hidup
itu memihak, selalu memihak. Berpikir bahwa Tuhan pilih kasih dan Tuhan
tak pernah ada.
Yaa, memang aku merasa begitu, tak pernah ada
keadilan yang menyertai hidupku. Kebahagiaan yang orang lain rasakan
berbeda denganku, entah mengapa aku merasa begitu.
Aku merasa Tuhan jauh denganku karena tak ada keadilan dalam hidupku.
Tapi aku salah, salah besar, ternyata Tuhan itu ada, Tuhan lebih menyayangi aku daripada yang lain.
Dulu aku merasa minder, aku merasa bahwa aku adalah orang yang serba memiliki kekurangan dan tidak bisa apa-apa.
Mungkin aku berbeda dari sodaraku yang lain, mereka mirip dengan mama dan papa, tapi aku? entah mirip dengan siapa?...
Yang
paling aku benci merekapun selalu berkata begitu, bahwa aku berbeda,
gak mirip sama mama dan papa. "Hello.. aku benci loh kalau mendengar
kata itu", begitu juga dengan orang lain padaku, "iih kok beda sih? mama
sama kakak kamu cantik?" terus maksud lo gue jelek, buruk rupa? itu
yang bikin aku down loh, udah sama orang lain dibeda-bedain masa
sekarang sama keluarga digituin juga? terus yang memberi motivasi dan
semangat sama aku siapa dong?
yaa itulah yang aku rasain kalau mereka
sudah membahas hal itu. Rasanya telingaku panas sekali, hati ingin
meledak, mereka gak akan tahu gimana perasaan aku saat itu, sakit loh..
Yaa mungkin mereka anggap ini suatu candaan namun menurutku ini bukan
suatu candaan. Rasis namanya!!!
Apalagi sahabat sendri (ngakunya
sahabat deket) yang bilang gitu, masih kedengeran loh di telingaku sampe
sekarang, sahabat kok gitu?. Aku adalah seorang pemaaf namun bukan
seorang yang mudah melupakan, bisa dibilang dendam, tapi bukan seorang
pembalas.
Dari sanalah, aku selalu mencari titik sempurnaku, mencari seperti apa diriku, mencari bagaimana karakter yang harus aku gunakan untuk mereka.
Aku
sayang banget loh sama mama, bahkan lebih dari yang dia tahu, namun
terkadang aku salah untuk mengaplikasikan rasa sayang itu, kadang aku
malah melawan dan gak nurut, sering ngedumel. Aah.. mama selalu merasa
minder bila dekat denganmu bersama teman-temanku. Aku merasa jelek dan
buruk rupa, yaa karena mereka (teman-temanku) selalu berkata seperti
itu.
Maka dari itu aku tak pernah merasa mempunyai teman dan sahabat yang benar-benar care dan mengerti tentang aku.
Aku egois yaa.. memang tapi jangan pernah menilai orang hanya dengan dari keburukannya.
Setiap
orang itu berbeda, ada yang dikritik dan dicaci menjadikan mereka
sebuah acuan dan semangat agar lebih baik atau ada yang membuat mereka
menjadi down dan tak bersemangat. Lalu ada yang dipuji menjadi
termotivasi agar mereka lebih baik lagi dan ada yang malah membuat
mereka puas dan sombong.
Aku termasuk orang yang ingin mendapat
pujian agar aku bisa lebih termotivasi lagi, tapi aku gak pernah loh
dapetin itu dari papaku.. Dia selalu berkata buruk tentang aku, ini
itulah bla bla bla.. Hello.. anakmu butuh motivasi loh butuh semangat,
masa papa terus mengkritik aku sih? siapa dong yang ngasih motivasi buat
aku?
papa bilang itu adalah motivasi, ya memang tapi untuk sebagian orang, kan tiap orang berbeda.. itu malah bikin aku down loh pa.
Tapi
tidak semua yang aku katakan di atas selalu buruk, mama sama papa juga
baik kok, buktinya mereka banting tulang untuk menyekolahkanku tandanya
mereka sayang sama aku kan :).
mungkin yang aku katakan di atas adalah sebagian uneg-uneg yang tidak bisa aku katakan.. yaaaa!
Aku
mendapat motivasi dari dalam diriku, Tuhan yang selalu mendorongku
untuk itu, yaa aku kini merasa bahwa Tuhan itu ada. Tuhan tak pernah
lupa padaku, Tuhan sayang padaku :).
Aku termotivasi bahwa aku memang berbeda, aku mungkin special, aku paling sayang sama kedua orang tua.. haha..
sudahlah
tak perlu mempermasalahkan perkataan orang yang tidak penting yang
hanya membuatku menjadi down. Aku anggap itu semua hanya benalu yang
mengganggu.
Tuhan adalah tempat curhatku yang paling baik, selalu
mendengar tanpa komentar, Tuhan juga yang mendewasakanku dengan
masalah-masalah diatas tadi :).
Tuhan baik kan? jangan pernah merasa
sendiri, jangan pernah merasa bahwa hidup tidak adil, bukan tidak adil
tapi itu semua adalah hukum timbal balik. APA YANG KITA TANAM, ITU YANG
KITA PETIK. mengerti kan?
Semakin besar masalah yang kita alami semakin dewasalah kita :).
Keep Smile and Fighting!!!! :D