Senin, 04 Agustus 2014

Jika banyak yang ingin kalian katakan padaku namun tak bisa kalian katakan, begitu juga denganku. Sangat banyak ungkapan kata yang ingin aku sampaikan pada kalian, entah itu pujian, keluhan, atau tangisan banyak sekali, namun tak bisa aku katakan semua itu.
Hidup itu tak semulus kulit bayi, tak semudah lidah berucap. kadang kita merasa hidup itu memihak, selalu memihak. Berpikir bahwa Tuhan pilih kasih dan Tuhan tak pernah ada.
Yaa, memang aku merasa begitu, tak pernah ada keadilan yang menyertai hidupku. Kebahagiaan yang orang lain rasakan berbeda denganku, entah mengapa aku merasa begitu.
Aku merasa Tuhan jauh denganku karena tak ada keadilan dalam hidupku.
Tapi aku salah, salah besar, ternyata Tuhan itu ada, Tuhan lebih menyayangi aku daripada yang lain.
Dulu aku merasa minder, aku merasa bahwa aku adalah orang yang serba memiliki kekurangan dan tidak bisa apa-apa.
Mungkin aku berbeda dari sodaraku yang lain, mereka mirip dengan mama dan papa, tapi aku? entah mirip dengan siapa?...
Yang paling aku benci merekapun selalu berkata begitu, bahwa aku berbeda, gak mirip sama mama dan papa. "Hello.. aku benci loh kalau mendengar kata itu", begitu juga dengan orang lain padaku, "iih kok beda sih? mama sama kakak kamu cantik?" terus maksud lo gue jelek, buruk rupa? itu yang bikin aku down loh, udah sama orang lain dibeda-bedain masa sekarang sama keluarga digituin juga? terus yang memberi motivasi dan semangat sama aku siapa dong?
yaa itulah yang aku rasain kalau mereka sudah membahas hal itu. Rasanya telingaku panas sekali, hati ingin meledak, mereka gak akan tahu gimana perasaan aku saat itu, sakit loh.. Yaa mungkin mereka anggap ini suatu candaan namun menurutku ini bukan suatu candaan. Rasis namanya!!!
Apalagi sahabat sendri (ngakunya sahabat deket) yang bilang gitu, masih kedengeran loh di telingaku sampe sekarang, sahabat kok gitu?. Aku adalah seorang pemaaf namun bukan seorang yang mudah melupakan, bisa dibilang dendam, tapi bukan seorang pembalas.
Dari sanalah, aku selalu mencari titik sempurnaku, mencari seperti apa diriku, mencari bagaimana karakter yang harus aku gunakan untuk mereka.
Aku sayang banget loh sama mama, bahkan lebih dari yang dia tahu, namun terkadang aku salah untuk mengaplikasikan rasa sayang itu, kadang aku malah melawan dan gak nurut, sering ngedumel. Aah.. mama selalu merasa minder bila dekat denganmu bersama teman-temanku. Aku merasa jelek dan buruk rupa, yaa karena mereka (teman-temanku) selalu berkata seperti itu.
Maka dari itu aku tak pernah merasa mempunyai teman dan sahabat yang benar-benar care dan mengerti tentang aku.
Aku egois yaa.. memang tapi jangan pernah menilai orang hanya dengan dari keburukannya.
Setiap orang itu berbeda, ada yang dikritik dan dicaci menjadikan mereka sebuah acuan dan semangat agar lebih baik atau ada yang membuat mereka menjadi down dan tak bersemangat. Lalu ada yang dipuji menjadi termotivasi agar mereka lebih baik lagi dan ada yang malah membuat mereka puas dan sombong.
Aku termasuk orang yang ingin mendapat pujian agar aku bisa lebih termotivasi lagi, tapi aku gak pernah loh dapetin itu dari papaku.. Dia selalu berkata buruk tentang aku, ini itulah bla bla bla.. Hello.. anakmu butuh motivasi loh butuh semangat, masa papa terus mengkritik aku sih? siapa dong yang ngasih motivasi buat aku?
papa bilang itu adalah motivasi, ya memang tapi untuk sebagian orang, kan tiap orang berbeda.. itu malah bikin aku down loh pa.
Tapi tidak semua yang aku katakan di atas selalu buruk, mama sama papa juga baik kok, buktinya mereka banting tulang untuk menyekolahkanku tandanya mereka sayang sama aku kan :).
mungkin yang aku katakan di atas adalah sebagian uneg-uneg yang tidak bisa aku katakan.. yaaaa!
Aku mendapat motivasi dari dalam diriku, Tuhan yang selalu mendorongku untuk itu, yaa aku kini merasa bahwa Tuhan itu ada. Tuhan tak pernah lupa padaku, Tuhan sayang padaku :).
Aku termotivasi bahwa aku memang berbeda, aku mungkin special, aku paling sayang sama kedua orang tua.. haha..
sudahlah tak perlu mempermasalahkan perkataan orang yang tidak penting yang hanya membuatku menjadi down. Aku anggap itu semua hanya benalu yang mengganggu.
Tuhan adalah tempat curhatku yang paling baik, selalu mendengar tanpa komentar, Tuhan juga yang mendewasakanku dengan masalah-masalah diatas tadi :).
Tuhan baik kan? jangan pernah merasa sendiri, jangan pernah merasa bahwa hidup tidak adil, bukan tidak adil tapi itu semua adalah hukum timbal balik. APA YANG KITA TANAM, ITU YANG KITA PETIK. mengerti kan?
Semakin besar masalah yang kita alami semakin dewasalah kita :).
Keep Smile and Fighting!!!! :D